Beethoven dan Mozart, musuh utama bayi
Banyak yang berpendapat, musik bagus untuk pertumbuhan bayi. Bahkan dari sejak dalam kandungan hingga usia beberapa bulanpun, sebaiknya memperdengarkan jenis lagu tertentu agar dapat merangsang otak sehingga menimbulkan gerakan motorik pada janin dan bayi.
Lebih gilanya lagi, katanya, musik klasik sudah diteliti secara ilmiah dan terbukti dapat meningkatkan kecerdasan anak. Gubahan musik klasik, bila rajin diperdengarkan pada janin, akan memberikan efek keseimbangan emosi dan ketenangan. Dengan demikian, setelah lahir ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak cengeng dan mudah berkonsentrasi. Dengan modal ini, kemampuan bicaranya akan ikut terpacu, disusul kemampuan bersosialisasinya yang muncul lebih cepat.
Dari sekian banyak karya musik klasik, gubahan milik Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791) yang paling dianjurkan. Beberapa penelitian sudah membuktikan, musik-musik karyanya memberikan efek paling positif bagi perkembangan janin, bayi dan anak-anak. Penelitian itu di antaranya dilakukan oleh Dr. Alfred Tomatis dan Don Campbell. Mereka mengistilahkan sebagai “efek Mozart”.
( sebagian tulisan tentang “musik klasik” diatas, saya jiplak dan edit dari sumber: http://www.tabloid-nakita.com/Khasanah/khasanah05227-01.htm )
Sudah banyak kaset dan CD yang memperdengarkan Al-Qur’an. Mengapa tidak memperdengarkan Al-Qur’an? Maukah anda mengadu antara Al-Qur’an vs. Mozart? Mana yang akan membuat perkembangan bayi lebih baik?
Akan dibiasakan menjadi apa anak anda? Seorang yang terbiasa dan senang mendengarkan Al-Qur’an? Atau seorang yang terbiasa dan senang mendengarkan musik?
Hal apa yang ingin anda perkenalkan kepada bayi anda pertama kali? Al-Qur’an? Atau musik klasik?
Pilihannya ada pada anda sendiri, pikirkan baik-baik. Saya bukan ingin merubah seluruh bayi di masa depan untuk menjadi ulama. Seorang yang mencintai Al-Qur’an itu bukan hanya selalu seorang ulama, pencinta Al-Qur’an yang saya maksud adalah seorang yang beriman, mengerti tentang seluk-beluk Islam dan hukum Allah.
Yang pasti: menjadikan musik urusan sekunder!. Dan, lebih beruntung mana untuk anda, memiliki seorang anak pencinta Al-Qur-an? Atau pencinta musik?
5 Comments »
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
- January 2008 (7)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
agree
ngapain copy paste tulisan lu, tulisan lu tuh berantakan tauuuu! gw setuju ama pendapat lu, emang anak kita mestinya sejak dini dikenalkan al quran, bukannya musik yang berbau gera\eja kayak mozart, bethoven, etc.
tapi please deh, loe belajar lagi cara bikin web yang lebig rapi, jangan malu-maluin muslim ah. peace buat lo, maju8 terus, jangan berhenti karena lue gue kritik.
gw bakal balik lagi ke web lo buat lihat perkembangan selanjutnya, gw gak mau lihat anak muslim kok abrut-abrutan kayak gini.
ohya, cepat lo hapus comment gw kalo udah dibaca!
buat yang nulis dengan nama ‘gue’ diatas, masukan anda sangat bermutu, tapi bisakah Anda melihat tulisan komentar Anda sendiri? Tidakah tulisan Anda lebih abrut-abrutan?
Introspeksi dan belajar ngetik lagi Mas, nulis kok banyak salahnya sih.
no offense peace muslim!
eh…mang lo dah penelitian. makannya baca buku dan melihat suatu masalah dari 1 sudut pandang ja.
Menurut buku yang gwa baca: ada 2 ayam betina. yang satu ditaro di dlm kandang yang ada musi rock. Trus yang satu lagi ditaro dikandang yang da musik klasik karya Mozart.ternya diteliti ayam yang ditaro dikandang yang da musik klasiknya lebih banyak bertelur, dan kandungan proteinnya lebih banyak.
Lo liat ja, ayam ja yang bisanya kokopeto…kokpetok…bisa ngasilin telur yang bagus, palagi manusia.manusia ciptaan tuhan yang paling sempurna. Kalo lo mau nulis comment lagi, lo penelitian dulu, ibu yang hamil didengarkan cd Al’Qur;an ma ibu hamil yang didengerin musik klasik.penelitian butuh waktu lama. ngomong emang gampang, tapi membuktikan omongan yang suli.
Gwa ja lagi penelitian 2 kedele yang sama,berat sama,warna sama,yang satu ditao ditempat dkt musik rock yang satu deket musik klasik.ternyata dalam waktu 5 hari,pertumbuhan kedele yang didengarkan musi klasik lebih cepat tumbuh 2kali lipat dari kedele yang disuruh dener musik rock.
Gwa bisa ngomong ini karena gwa kuliah musik yang udah wisuda,tapi loe kuliah ga pernah wisuda dah banyak ngomong, kya profesor ja.
ni masukan buat lo, mangomong sesuatu lo harus da buki. jangan melihat suatu masalah dari 1 sudut ja, liat bahan2 yang dukung comment lo…….
kasian lo, dari 3 comment ga da yang mendukung lo, abisnya lo songong
musik klasik notnya banyak yang progesi akord, hal ini membuat kerja otak kanan lebih cepat, dianjurkan bagi para ibu2 hamil mendengarkan musik klasik
(abi.J.S.Sn–”musik klasik baik untuk otak?”
Hal 121-122.
cari buku ini,baru lo ngomong pa tu manfaat musik klasik,payah lo…….ha….ha….ha…..kasian orang kaya lo mau terkenal tapi oon. Makannya lo ga penah ngerasain jadi wisudawan, kuliah selesein dulu,gwa baca g da yang bermanfaat, jadi gwa ga copy paste, tapi gwa copy delete……