Tulisan Risvi Khoumeiny

Just another blog

Tidak takutkah anda?

Suatu saat yang lalu, saya mengambil sedikit perbandingan di sistem Tata Surya kita melalui data statistik yang ada. Besarnya planet Bumi adalah 510 juta km², besarnya planet Jupiter adalah 62 milyar km², kira-kira 121 kali nya Bumi. Sedangkan Matahari sebesar 6 triliun km² atau hampir 12 ribu kali nya Bumi!. (lihat perbandingan pada gambar dibawah ini)

300px-updatedplanets20061.jpg

Teman saya yang berada di samping nyeletuk, ”Wah, besar sekali ya, Bumi ini terlihat kecil sekali. Lalu yang membuat itu semua, besarnya segimana?” Sayapun kaget bukan kepalang, di dalam hati saya terpikir, “Ini kan baru tiga planet saja, saya akan meng-explore lebih dalam!”

Di dalam Galaksi Bima Sakti (dalam bahasa Inggris, Milky Way) terdapat sistem tata surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Memiliki 200-400 milyar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya.

WOW!! eh, tunggu dulu, jangan berkata ”WOW” sekarang, ini kan baru Bima Sakti! Bagaimana dengan galaksi lainnya? ADA TRILIUNAN GALAKSI LAIN! Beberapa contohnya: Galaksi Whirlpool, Andromeda, Sombrero, Antennae, Starburst, Black Eye, Circinus, dan lain-lain yang masih asing di telinga kita!

Benar juga teman saya, ”Yang membuat itu semua, besarnya segimana?“. Tunggu dulu, jangan membuat kita berpikir untuk memperkirakan seberapa besar Allah. Tapi buatlah perbandingan seberapa besar kita di mata Allah? TIDAK ADA ARTINYA!

Bumi ini mungkin tidak sampai 0,1% dari apa yang dimiliki Allah. Dan baru diberi segitu saja, kita tidak dapat menjaganya! Saya saja masih sering buang sampah sembarangan kok. Belum lagi hal-hal nista yang banyak di terjadi Bumi ini. Kalau Allah marah bagaimana? KITA SEMUA PASTI BINASA! dan saya sangat yakin kalau itu semua terjadi, tidak akan ada artinya untuk Allah, kan cuma satu planet berisi manusia saja yang hancur? masih ada triliunan planet lain.

Adanya Tsunami di Aceh, gempa yang berkelanjutan dimana-mana itu hanyalah sebuah peringatan yang sangat terlalu kecil sekali. Pernah membayangkan kalau planet Jupiter meledak bagaimana? hhhiiii.. saya merinding memikirkannya.

January 22, 2008 Posted by risvi | Islam | | No Comments Yet

Pemaksaan oleh Muhammadiyah

Cerita ini berawal pada saat saya datang berkunjung ke rumah teman, tetapi teman saya tidak berada di tempat, sayapun memutuskan untuk menunggunya.Saya melihat adik teman saya sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Sambil mengisi kekosongan, sayapun mengajaknya berbicara. Beginilah isi dari obrolan tersebut,

Saya: “Sedang mengerjakan tugas apa dik?”
Adik_teman: “Tugas kuliah AIK kak..”
Saya: “AIK itu apa?”
Adik_teman: “Agama Islam Kemuhammadiyahan”
Saya: “lho kamu bukannya sudah semester atas? kok masih ada Ilmu Agama?”
Adik_teman: “oh ini AIK III, di Unmu itu AIK sampai yang ke-IV”
Saya: “Apa ini mata kuliah wajib? maksudnya, kalau ga ikut, apa tetap bisa lulus?”
Adik_teman: “Ya ga bisa lulus, mata kuliah ini wajib, ga bisa wisuda kalau ga ikut”
Saya: “Ya sudah selamat mengerjakan, semoga cepat lulus”

Sayapun tertegun, AIK.. AGAMA ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN dan hal ini berlaku wajib sehingga tidak memungkinkan seseorang untuk lulus menjadi Sarjana jika tidak menempuhnya.

Dari hal diatas, Universitas Muhammadiyah tidaklah demokratis seperti yang saya bayangkan. Mereka mendidik mahasiswanya untuk menjadi kader muhammadiyah masa depan dengan mewajibkan mata kuliah ini.

Mari kita buktikan, anda tau Playstation kan? pernah memainkannya? Jika kita memainkan game tertentu, ada tingkatan yg memberi tingkat kesulitan tertentu juga, seperti Easy, Medium, Hard & Expert.

Hal inilah yg saya rasa dicontoh oleh Universitas Muhammadiyah.,
AIK I     = Level Easy
AIK II   = Level Medium
AIK III = Level Hard
AIK IV  = Level Expert

Setelah lulus dari ilmu Agama Islam Kemuhammadiyahan di Level Expert itu baru para mahasiswa siap terjun ke masyarakat dengan menjadi kader muhammadiyah.

Lho kok kader muhammadiyah? Ya iyalah! mereka kan dijejali ilmu Agama Islam Kemuhammadiyahan! Bukan ilmu Agama Islam yg demokratis, sehingga jika berdebat tentang Agama Islam di depan umum, mereka tentu akan menggunakan ilmu yg didapat dari jenjang kuliah bukan?

HEBAT! Saya salut dengan cara Muhammadiyah. Bayangkan saja, yang bayar kuliah siapa? yang untung mendapatkan kader gratis siapa? anda jawab sendiri.

Jawaban Muhammadiyah pasti akan se-simple ini, “Kalo tidak mau, ya jangan kuliah di Universitas Muhammadiyah saja, gampang.”

Hey bung! tidak segampang itu!.. Saya salut karena Universitas Muhammadiyah adalah termasuk Universitas swasta yg murah, sehingga banyak golongan mendaftar masuk.

Tapi caranya bukan dengan memberikan ultimatum “Jika anda tidak lulus Level Expert = NO WISUDA” huh?? memang, mungkin bahasa yg digunakan selalu lebih halus seperti “Harus lulus seluruh mata kuliah yaa..”

Saya merasa kasihan dengan masa depan muslim yang berada di Indonesia ini, Universitas Muhammadiyah melakukan pemaksaan terselubung! Tidak ada niat untuk mencetak “Anak bangsa yang berkualitas”.

Lalu apa yang saya harapkan? Yang saya harapkan adalah Universitas Muhammadiyah mencabut status “WAJIB” terhadap mata kuliah AIK tersebut.

Tidak semua orang pasti ingin mengikuti “Kemuhammadiyahan”, mungkin mereka diam karena terpaksa, bisa-bisa di Drop Out.. Jadi, ikut arus saja.

Tenang saja, saya bukan orang NU kok!, saya bukan orang yg ikut dalam suatu golongan dalam Islam, kenapa?

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Umat Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, umat Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, seluruhnya berada dalam neraka, kecuali satu.” para Sahabat bertanya, “Siapakah satu golongan itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Dia adalah Al-Jamaah.”

Saya cukup mengerti apa yang di maksud dengan “Al-Jamaah” tersebut., Yaitu orang-orang yang mengikuti ajaran Rasulullah (bukan golongan/organisasi Al-Jamaah!).

Apakah Rasulullah pernah mencontohkan untuk membuat golongan atapun organisasi? jawabannya gampang, TIDAK!

January 22, 2008 Posted by risvi | Islam | | 2 Comments